12 Jun 2010

Cerita Malam Pertama

Malam ini malam romantik. Aku dan X, seorang wanita manis bertubuh indah bergandengan tangan. Mula-mula memang bergandengan dengan tangan, tapi lama kelamaan tanganku lebih bermaharajalela meraba-raba 'gunung'nya yang padat kenyal.

Langsung aku remas-remas dan putar-putar, mula-mula dari pentilnya sampai ke kaki gunungnya. Ia tersenyum kesenangan dan tubuhnya agak gemetar. Mungkin kegelian.
Kebetulan kami sudah sampai di tepi ranjang. Ya, rumah ini memang sepi, hanya kami berdua yang akan menikmati dinginnya malam dengan kehangatan, tentu. Kami duduk dan kemudian saling memeluk sambil bertemu bibir-bibir kami.

Kukulum bibirnya dan iapun membalasnya. Kami menikmatinya. Tapi ternyata instinkku memberontak, tidak cukup sampai di sini! Pelan-pelan, sambil mulut kami tetap bercumbu dan terkadang kujilat belakang telinganya, tanganku pelan-pelan membuka
baju atasnya. Permainan makin menggelora. Setelah ia telanjang atas, aku ciumi pangkal teteknya yang masih ber-BH. Dengan sekali hentakan, kulepas benda pengganggu sialan itu dan wajahku kini berhadapan dengan buah ranum. Aku cium sejadi-jadinya dan ia menggelinjang kesenangan.

Kini tiba giliranku melepas kancing-kancing bajuku dan membuangnya ke lantai.

Hhhhhh....Huaaahhhhh....Hahhhhhhh....

Dengus napas kami dalam ritme yang tinggi, membuatku secara tak sabar menggerakkan tanganku ke bawah. Kubuka ritsleting rok X dan untuk kejutanku, tangannya bergerak juga membebaskan tholeku yang berontak dalam sangkar. Tinggallah kami pakai CD. Tapi itu tak lama karena CD itu akhirnya lepas juga.

Burungku yang tegak itu... Aaaahhhhhh... Topinya yang merah menyentuh kulit yang hangat. Makin berpatuk-patuk burungku ini. X tampaknya tahu burung ini telah gelisah.

Tangannya bergerak memegang burungku yang menghasilkan kenikmatan luar biasa di sekujur tubuh ini. Batangku masuk ke liangnya yang telah kukitik-kitik dengan jari tengah dan kini telah basah. Njleeebbbbb.... Tapi tidak... aku lihat mata dan mulutnya menunjukkan X kesakitan. OK, aku masukkan sedikit dulu aku tarik, kumasukkan lagi, makin lama makin dalam. Tubuh X menggelinjang kuat, aku merasakan kakinya membuka dan selangkangannya makin lebar.

Kini kesakitannya agak berkurang, matanya masih terpejam. Pantatku naik turun dan ia.... aaaaah.... aaaaaaah.... enaaaaak mas....terus... terus.... sambil mendesah-desah. Pantatku naik turun makin cepat dan makin lancar karena cairan vaginanya kurasakan jadi banjir. Matanya makin terpejam, kepalanya menengadah, dadanya membusung membuat daguku merasakan desakan teteknya yang ranum.

Akhirnya, Aaaahhhhhh aaaaaahhh uaaaaahhhhh... akhirnya keluar....aduh alhamdulillaah... puji Tuhan.... rasanya hidupku cuma ada di kontolku yang sedang menembus hutan itu.. Tak terkatakan nikmatnya saudara-saudara!

Ya, inilah malam pertama kami sebagai pengantin. Sebenarnya aku sudah tak sabar sejak dua tahun yang lalu, toh aku banyak kesempatan berdua dengannya. Namun setiap kuterpikir melakukan penetrasi nikmat itu, terbayang bagaimana kalau kakak cewek gue digituin orang belum nikah. Tentu bakal gue bunuh itu orang... Ya, buat gue nikmat sih nikmat, tapi double nikmat kalau udah sah kayak gini, iya nggak?

1 ulasan:

  1. first of all nak bagitau, aku tak bace pun essay ntah pape ni.. juz nak share smoge same2 dpt menfaat..insyaAllah..

    "seburuk buruk orang di akhirat adalah orang yang menceritakan pengalaman bersertubuhnya kepada orang yang bukan hak"

    Riwayat Tarmizi dan Ahmad

    tak kire la ni cerite bohong ke tak, tapi dah tahu kan benda2 camni haram, better think twice la klu nk tulis cite2 cenggini.. ingat mati.. jauhi zina..

    BalasPadam